Menyewa Mobil – Opsi Terbaik di Saat Krisis

No comment 28 views

Masalah Pendidikan Umum yang Dihadapi Saat Ini

Pengangguran adalah salah satu masalah serius di negara berkembang. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran semakin sulit dikendalikan. Tidak mudah menemukan penyebab utama pengangguran. Namun, kita harus lebih memperhatikan pendidikan sebagai salah satu dari banyak faktor penyebab pengangguran. Ada tiga masalah pendidikan penting yang mempengaruhi kenaikan pengangguran di Indonesia: tingginya biaya pendidikan, ketidakcocokan antara sistem pendidikan dan kebutuhan kerja, dan kurangnya pelajaran kewirausahaan.

Biaya pendidikan yang mahal mempengaruhi tingkat pengangguran. Pendidikan menjadi hal yang mahal karena membutuhkan biaya tinggi untuk kualitas yang lebih baik. Dengan demikian, hanya sedikit orang yang bisa mengaksesnya. Jika biaya pendidikan mahal seperti sekarang, saya pikir orang tua saya tidak akan bisa mengirim kelima anaknya ke perguruan tinggi. Saya tidak bisa membayangkan pekerjaan saya jika saya tidak lulus kuliah. Banyak orang, terutama orang miskin, menjadi pengangguran karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk pendidikan. Karena itu, anggaran pendidikan cukup untuk memperbaiki pendidikan yang lebih baik yang bisa diakses oleh semua orang, bahkan yang paling miskin sekalipun.

 

Masalah pendidikan berikutnya yang menyebabkan pengangguran adalah ketidakcocokan antara sistem pendidikan dan kebutuhan kerja. Padahal, industri telah menawarkan banyak kesempatan kerja. Kesempatan kerja harus diisi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tepat untuk mendukung industri. Sayangnya, mereka tidak bisa diisi karena orang yang melamar pekerjaan ini tidak memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh pekerjaan. Misalnya, industri garmen membutuhkan beberapa penjahit dari penjahitan SMK, namun ada banyak lulusan SMA yang tidak memiliki keterampilan menjahit yang melamar pekerjaan. Akibatnya, industri ini akan menolak mereka karena mereka tidak menginginkan orang yang tidak akan siap untuk bekerja.

 

Selain itu, tidak ada pelajaran kewirausahaan di sekolah. Jadi, setelah mereka lulus dari sekolah mereka, lulusan selalu berusaha mendapatkan pekerjaan. Kebanyakan dari mereka tidak pernah berpikir untuk menjadi pengusaha karena mereka tidak pernah diajar menjadi pengusaha saat mereka di sekolah. Sebenarnya, pengusaha adalah orang yang mampu mengoptimalkan potensinya dan melihat sebuah peluang. Misalnya, mereka melihat sampah yang tidak berguna, tapi bisa dijadikan bahan membuat souvenir yang unik dan mahal. Keterampilan ini bisa didapat jika pelajaran kewirausahaan diberikan lebih awal dan terus menerus di sekolah. Kemudian, setelah mereka lulus dari sekolah mereka, mereka tidak perlu melamar pekerjaan. Mereka bisa menjadi pengusaha, menciptakan bisnis baru dan memberi kesempatan kerja kepada orang lain.

 

Singkatnya, tingginya biaya pendidikan, kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan industri, dan fakta bahwa sistem pendidikan tidak mendorong siswa untuk menjadi pengusaha menyebabkan jumlah pengangguran meningkat. Pemerintah bisa membuat kondisi ini lebih baik. Dengan demikian, pemerintah harus mengatasi masalah pendidikan di atas dengan serius karena kita tahu bahwa pendidikan merupakan kunci penting untuk mengurangi pengangguran. Kami optimis jumlah pengangguran akan turun secara bertahap.